Pelaksanaan Pos Gizi Dalam Rangka Menanggulangi Balita Gizi Buruk dan Stunting

Pelaksanaan Pos Gizi Dalam Rangka Menanggulangi Balita Gizi Buruk dan Stunting

Keraskulon.Ngawikab.id_Program penanggulangan Balita Gizi Buruk dan Balita Stunting terus digalakkan oleh Pemerintah. Dalam program tersebut beberapa elemen pemerintahan bekerja sama, baik dari Puskesmas maupun Pemerintah Desa. Salah satu program yang rutin dilaksanakan dalam penanggulangan Balita Gizi Buruk adalah Pos Gizi.

Kegiatan Pos Gizi Desa Keraskulon

Sudah beberapa tahun terakhir ini kegiatan pos gizi rutin dilaksanakan. Dan untuk kegiatan pos gizi tahun ini dilaksanakan selama 12 hari, yang dimulai pada tanggal 14 Oktober sampai dengan tanggal 26 Oktober 2019. Dalam kegiatan pos gizi kali ini jumlah balita yang mengikuti adalah 22 balita.

Pada kegiatan pos gizi kali ini, selain balita yang kurang gizi juga ikut serta balita yang mengalami stunting. Karena selain untuk menanggulangi gizi buruk juga untuk penanganan stunting. Materi-materi yang disampaikan dalam kegiatan ini terkait seputar kesehatan dan tumbuh kembang balita. Juga diisi kegiatan pengembangan otak balita melalui kegiatan permainan edukasi oleh guru-guru TK Dharma Wanita.

Untuk anggaran kegiatan ini bersumber dari dana Puskesmas dan Anggaran Belanja Desa Tahun 2019. Sedangkan untuk penyediaan PMT atau makan diserahkan kepada Perangkat Desa. Dalam penyediaan PMT ini, menu serta jadwal sudah disiapkan oleh Puskesmas.

PMT untuk Pos Gizi

Tujuan kegiatan ini agar Desa Keraskulon bebas Balita Gizi Buruk dan bebas Stunting. Karena selain pemberian PMT, dalam kegiatan ini juga disampaikan tentang gizi dan kesehatan tumbuh kembang anak kepada orang tua balita peserta pos gizi.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
Hama Utama Bagi Petani Padi, Tikus

Hama Utama Bagi Petani Padi, Tikus

Keraskulon.Ngawikab.id_Pada musim tanam kali ini selain dipusingkan masalah pengairan, petani padi di Desa Keraskulon khususnya areal sawah Lor Keras ( Utara Desa ) juga kembali dipusingkan masalah klasik bagi petani yaitu serangan hama tikus. Dari mulai tanam sampai masa panen, serangan tikus tidak berhenti. Kerugian dari serangan tikus ini lebih dari 20%, bahkan ada yang mencapai 50%.

Tanaman padi yang diserang hama tikus

Apabila serangan pada awal musim tanam mungkin masih bisa diselamatkan tanaman padinya meskipun akan menimbulkan kenaikan biaya produksi. Tetapi apabila serangannya saat padi bunting atau keluar malainya maka bisa dipastikan tidak dapat ditanggulangi lagi. Petani hanya bisa pasrah bila hal ini sudah terjadi.

Pemasangan rumah burung hantu

Padahal berbagai upaya sudah dilakukan, baik oleh petani sendiri ataupun kerjasama dengan pihak terkait. Baik Pemerintah Desa, Gapoktan, Dinas Pertanian, bahkan Babinsa maupun Bhabinkamtibmas pun ikut terjun dalam menangani serangan hama tikus ini. Hal ini dilakukan agar petani tidak lagi menggunakan cara-cara yang berbahaya dalam menanggulangi hama tikus seperti pemasangan dan pemakaian listrik/strum.

Upaya penanggulangan tersebut mulai jebakan racun tikus oleh petani, pemasangan rumah burung hantu, program bantuan racun dan mercon tikus dari Dinas Pertanian. Dan yang baru-baru ini dilaksanakan oleh petani adalah pengasapan pada lubang/sarang tikus dengan belerang. Pengasapan ini didanai dari Pemerintah Desa Keraskulon. Sebenarnya cara ini cukup efektif untuk mengurangi populasi tikus sawah apabila dilakukan pada waktu yang tepat.

Pembagian racun tikus oleh Dinas Pertanian

Waktu yang tepat pelaksanaan pangasapan ini adalah saat tanaman padi berumur tidak lebih 20 hari setelah tanam. Pada waktu tersebut, tikus masih berada di area yang mudah dijangkau, belum membuat sarang di pematang sawah. Dan juga apabila tikus keluar dari sarang setelah pengasapan, petani bisa mengejar karena tanaman padi belum cukup lebat. Alat dan bahan yang digunakan juga cukup sederhana yaitu kompor untuk pengasapan, tabung gas dan juga belerang.

Pengasapan sarang tikus

Pemerintah Desa Keraskulon dan Gapoktan merencanakan kegiatan pengasapan ini bisa rutin dilaksanakan tiap musim tanam. Agar persoalan klasik bagi petani padi di Desa Keraskulon bisa teratasi. Karena bila tidak ditangani dengan serius, dikhawatirkan populasi tikus sawah di wilayah persawahan Desa Keraskulon akan semakin banyak dan menggangu peningkatan produksi pertanian.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
Pembentukan Pengurus Sumur P2T/PIAT Dusun Tejo Desa Keraskulon Periode 2019 s/d 2024

Pembentukan Pengurus Sumur P2T/PIAT Dusun Tejo Desa Keraskulon Periode 2019 s/d 2024

Keraskulon.Ngawikab.id_Sumur P2T/PIAT yang berada Dusun Tejo, Desa Keraskulon merupakan sumur pompa bantuan dari Pemerintah Kabupaten Ngawi pada tahun 2002. Sumur P2T berfungsi untuk mengairi area persawahan di wilayah Dusun Tejo yang tidak mendapat pengairan dari saluran irigasi. Dalam perjalanan pemanfaatan sumur P2T ini, selain menghadirkan manfaat bagi petani di wilayah Dusun Tejo sumur P2T ini juga menjadi aset bagi desa.

Dalam susunan kepengurusan sumur P2T ini terdiri dari 1 orang operator yang bertugas menjalankan mesin pompa air dan 2 orang pengurus yang berkedudukan sebagai ketua dan bendahara. Ketua dan bendahara bertugas mengelola administrasi sumur P2T. Karena selain mengelola pengairan, pengurus P2T juga mengelola keuangan yang akan dipertanggungjawabkan pada Pemerintah Desa Keraskulon dalam forum musyawarah.

Sambutan Kepala Desa Keraskulon

Dalam pembentukan pengurus sumur P2T ini dilaksanakan dalam musyawarah desa yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Keraskulon dihadiri oleh Perangkat Desa, BPD,  tokoh masyarakat wilayah Dusun Tejo serta petani pemanfaat sumur P2T. Dalam musyawarah tersebut diputuskan pemilihan pengurus dengan cara voting / pengambilan suara terbanyak.

Setelah melalui voting dalam forum musyawarah, diputuskan nama-nama pengurus sebagai berikut :

1. Ketua : Sdr. Langkirno

2. Bendahara merangkap Sekretaris : Sdr. Siswanto

3. Operator : Sdr. Eko

Penyerahan kunci sumur P2T pada pengurus baru

Harapan dari Pemerintah Desa dan masyarakat Dusun Tejo pengurus yang baru ini bisa amanah dan mampu memajukan pengelolaan sumur P2T.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0