Keraskulon.Ngawikab.id_Serangan hama tikus semakin lama semakin menjadi keresahan bagi petani karena bisa mengakibatkan penurunan hasil panen bahkan gagal panen. Hal ini bukan hanya menimpa pada petani di wilayah Desa Keraskulon, tetapi sudah menyebar di berbagai daerah. Banyak cara sudah dilakukan dalam penanganan hama tikus ini. Mulai jebakan racun tikus, gropyokan, fumigasi/pengasapan, bahkan ada juga petani yang nekat menggunakan jebakan listrik.

Akhir-akhir ini pemasangan jebakan listrik sudah dilarang oleh pihak berwajib karena sudah banyak korban nyawa karena kelalaian saat pemasangan jebakan listrik. Sosialisasi larangan jebakan listrik ini sudah dilakukan baik oleh Pihak Kepolisian maupun Dinas Pertanian.

Agar tidak terjadi lagi korban dan untuk menaati aturan dari pihak berwajib, Pemerintah Desa Keraskulon dan Gapoktan Sri Lestari Desa Keraskulon mengadakan program fumigasi/pengasapan tikus untuk penanganan hama tikus. Fumigasi dilakukan dengan cara membakar belerang (sulfur) di lubang tikus.

Proses fumigasi/pengasapan tikus

Cara ini terbilang cukup efektif dalam penanganan hama tikus, dan resikonya cukup kecil bila dilakukan dengan cara yang benar. Terutama adalah pemakaian masker karena asap dari pembakaran belerang cukup menyengat dan bisa membuat sesak nafas. Selain itu juga perlu pemakaian sepatu bot untuk keamanan kaki karena medan pengasapan.

Kegiatan fumigasi ini direncanakan akan rutin dilakukan setiap musim tanam. Dengan penganggaran melalui APB Desa Keraskulon, dan dikelola oleh Gapoktan bekerja sama dengan Kelompok Tani di Desa Keraskulon. Diharapkan cara ini bisa mengurangi keresahan petani yang sudah cukup lama dipusingkan oleh hama tikus. Dan juga bisa meningkatkan hasil pertanian sehingga kesejahteraan petani di Desa Keraskulon semakin meningkat.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0