Keraskulon.Ngawikab.id_ Hama tikus menjadi musuh utama bagi petani Desa Keraskulon. Serangan tikus menjadi bertambah parah dan membuat petani semakin resah dengan serangan hama tikus kali ini karena bisa mengakibatkan gagal panen.

Padahal berbagai cara sudah dilakukan oleh petani maupun Pemerintah Desa. Mulai pemberian racun tikus, pemasangan rumah burung hantu dan yang baru dilakukan pada musim ini yaitu fumigasi/pengasapan. Akan tetapi serangan tikus masih saja meresahkan warga. Untuk mengatasi serangan tikus, Kelompok Tani se wilayah Desa Keraskulon bersama Pemerintah Desa Keraskulon mengadakan musyawarah pada hari Selasa 14 Januari 2020 yang difasilitasi oleh Gapoktan Sri Lestari untuk mencari solusi.

Akhirnya muncul ide untuk mengadakan lomba/sayembara menangkap tikus di area persawahan Desa Keraskulon. Nantinya bagi warga yang berhasil menangkap tikus, bisa disetorkan pada Panitia dari Gapoktan dan akan diganti dengan uang Rp. 1.000,- setiap satu ekor tikus. Dengan catatan tikus tersebut tidak ditangkap dengan menggunakan perangkap listrik/strum. Dan peserta hanya berlaku bagi warga Desa Keraskulon.

Kegiatan sayembara yang difasilitasi oleh Gapoktan Sri Lestari ini dimulai pada tanggal 18 Januari 2020 dan berakhir pada saat kegiatan fumigasi massal dilakukan. Kegiatan ini selain menguntungkan petani juga memberi keuntungan bagi warga yang berminat mengikuti kegiatan ini. Harapannya adalah persoalan hama tikus ini bisa segera teratasi karena sudah menjadi masalah yang cukup lama bagi petani Desa Keraskulon.