Keraskulon.Ngawikab.id_Musim panen merupakan saat membahagiakan bagi sebagian besar masyarakat di wilayah pedesaan. Tidak terkecuali bagi masyarakat Desa Keraskulon Kec. Gerih kab. Ngawi. Tapi untuk saat ini, justru musim panen menimbulkan kegelisahan bagi sebagian masyarakat Desa Keraskulon yang berprofesi sebagai buruh tani. Kebahagiaan yang dinanti-nantikan saat datangnya musim panen justru menghadirkan kegelisahan bagi mereka. Disaat seharusnya musim panen menjadi waktu yang baik untuk mengais rezeki sebagai buruh panen, sekarang malah hanya jadi penonton.

Mesin combine mulai menggantikan tenaga buruh panen

Hal ini akibat kemajuan teknologi, tenaga para buruh panen makin terpinggirkan dengan kehadiran mesin panen padi (combine). Dengan biaya operasional panen yang lebih murah, petani lebih memilih menggunakan combine untuk memanen padinya. Dan mesin-mesin tersebut berasal dari luar kota, sehingga sama sekali tidak bisa menyerap tenaga kerja dari masyarakat setempat.

Kegelisahan tersebut juga semakin bertambah dengan kebiasaan petani yang menjual hasil panennya dengan cara borong, atau biasa disebut bas borong. Sehingga semakin sedikit peluang buruh panen untuk mengais rezeki di saat musim panen.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0