Pastikan Pelaksanaan Prokes, Relawan Covid-19 Pantau Hajatan

Pastikan Pelaksanaan Prokes, Relawan Covid-19 Pantau Hajatan

keraskulon.ngawikab.id – Untuk memastikan dipatuhinya protokol kesehatan (Prokes) dalam pelaksanaan kegiatan hajatan warga masyarakat, Relawan Covid-19 Desa Keraskulon, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi pantau langsung kegiatan hajatan. Seperti yang dilaksanakan dalam acara resepsi pernikahan di tempat Siswoyo, warga RT. 02 RW. 01 Dusun Keraskulon 1 pada Selasa (6/4).

Pemantauan dilaksanakan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan hajatan. Dimulai dengan sosialisasi terkait prokes dalam pelaksanaan hajatan warga. Sosialisasi diberikan kepada tuan rumah, pemilik persewaan terop, dan perwakilan sinoman.

Baca juga :

BERSAMA BABINSA DAN BHABINKAMTIBMAS, KEPALA DESA SOSIALISASIKAN PROKES HAJATAN

Setelah sosialisasi, juga dilaksanakan sidak sehari sebelum pelaksanaan hajatan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan prokes. Sidak dilakukan oleh kepala desa selaku Ketua Relawan Covid-19 bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Keraskulon.

Salah satu prokes, tersedianya tempat cuci tangan

Untuk memastikan prokes terlaksana saat hajatan berlangsung, kepala desa menempatkan beberapa orang relawan sebagai petugas jaga. Selain memantau dan memastikan terlaksananya prokes, relawan juga melakukan pengecekan suhu tubuh kepada tamu yang hadir.

Pengecekan suhu tubuh tamu undangan

Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi penyebaran maupun penularan covid-19 melalui kluster hajatan. Dan ini juga sesuai petunjuk yang tercantum dalam Peraturan Bupati Ngawi Nomor 9 Tahun 2021.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Wujudkan Desa Digital, Diskominfo Dan Forwebsa Terus Berkolaborasi

Wujudkan Desa Digital, Diskominfo Dan Forwebsa Terus Berkolaborasi

keraskulon.ngawikab.id – Untuk mewujudkan desa digital Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ngawi bersama Forum Operator Website Desa (Forwebsa) kembali menyelenggarakan pelatihan pengelolaan konten website desa pada Selasa (6/4) di RM. Wapoku Jl. Poros Plaosan-Sarangan, Kabupaten Magetan. Acara dilaksanakan dalam semangat meningkatkan potensi dan pengetahuan bagi 23 operator website desa (OWD) yang tergabung dalam Forwebsa.

Acara pelatihan terasa berbeda, unik dan menarik. Pasalnya peserta yang kebanyakan dimonopoli oleh kaum hawa ini kompak mengenakan pakaian kebaya dengan jarit bercorak batik dan bagi kaum adam memakai baju lurik. Hal ini dimaksudkan, penyelenggaraan pelatihan sekaligus dalam rangka memperingati hari lahirnya Raden Ajeng Kartini di Jepara, 21 April 1879, tepatnya 142 tahun silam.

Dikemas unik, peserta pelatihan berpakaian adat Jawa

Acara yang dibuka oleh Kasi Pengelolaan Ekosistem (PE) Diskominfo, Noor Soemadijo memberikan penekanan akan arti pentingnya mengoptimalkan peran dan fungsi website desa sebagai tolok ukur kemajuan desa dari sisi pembangunan informasi desa.

“Desa sebagai badan publik, wajib menyajikan informasi desa sebagaimana amanah Pasal 7 UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan diharapkan semua OWD untuk saling berkomunikasi agar tujuan mewujudkan desa digital segera tercapai melalui penyatuan visi dan spirit yang sama,” imbuh Noor Soemadijo.

Ketua Forwebsa tekankan batas minimal posting

Lebih lanjut pada kesempatan itu, Ketua Forwebsa Kabupaten Ngawi, Arbangi yang juga Perangkat Desa Cangakan mengatakan, perlu ditekankan bahwa hasil kesepakatan tiap OWD untuk menyajikan berita diupayakan tidak kurang dari batas minimal posting (BMP), yaitu 8 post perbulan. Hal ini juga dilakukan untuk lebih memaksimalkan fungsi website desa sebagai media informasi dan komunikasi antara publik dengan pemerintah desa.

Acara yang berlangsung secara serius namun diselingi canda tawa ini, berakhir saat kumandang adzan dhuhur yang kemudian diakhiri dengan makan bersama serta masing-masing OWD berkewajiban meng-upload artikel berita dengan materi bimtek pada hari ini.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Sambut Hari Kartini, Pelatihan OWD Dalam Nuansa Kejawen

Sambut Hari Kartini, Pelatihan OWD Dalam Nuansa Kejawen

keraskulon.ngawikab.id – Jelang peringatan Hari Kartini 21 April 2021, Forum Operator Website Desa (Forwebsa) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ngawi adakan pelatihan peningkatan pengelolaan konten website desa dengan nuansa adat Jawa atau kejawen.

Acara di gelar di RM Wapoku Ngerong, Plaosan, Magetan pada Selasa (6/4). Acara ini terlaksana atas inisiasi dan gagasan dari Korwil operator website desa (OWD) Ngawi bagian selatan dan Koordinator Kecamatan Gerih.

Pelatihan ini terselenggara murni swadaya dan dukungan dari operator website wilayah Kecamatan Gerih yang di motori Totok Pranggono, OWD Randusongo dan Aries Dwi Laksono, OWD Keraskulon. Dengan jumlah peserta 23 orang, pelatihan difokuskan materi tingkat lanjutan.

Pelatihan dikemas dalam nuansa adat Jawa

Acara dikemas dalam rangka menyongsong peringatan Hari Kartini, maka semua yang hadir baik narasumber, peserta dan perwakilan Diskominfo wajib memakai baju adat Jawa atau lurik. Pelatihan mengambil tema “Dengan Semangat Hari Kartini, Semangat Berkarya Operator Website Desa Membangun Ngawi Lebih Baik”.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
“Kartini” Forwebsa, Berjuang Menuju Digitalisasi Desa

“Kartini” Forwebsa, Berjuang Menuju Digitalisasi Desa

keraskulon.ngawikab.id – Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas postingan website desa di Kabupaten Ngawi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ngawi semakin intens berkolaborasi dengan Forum Operator Website Desa (Forwebsa) untuk terus mobile se- Kabupaten Ngawi untuk melakukan pelatihan maupun sosialisasi. Dalam perjalanannya, banyak ditemui beragam cerita dan pengalaman menarik.

Peran Kartini masa kini dalam mengelola website desa

Termasuk peran besar perempuan, sebagai Kartini masa kini dalam mengelola website desa. Setiap kecamatan di Kabupaten Ngawi dipastikan adanya sosok perempuan hebat sebagai operator website desa (OWD). Dan diantara perempuan hebat tersebut, ada yang terlibat aktif dalam kemajuan website desa. Tidak hanya di desanya sendiri tapi juga terlibat aktif sebagai koordinator kecamatan, koordinator wilayah, dan pengurus Forwebsa. Bahkan salah satunya bertindak sebagai tim teknis Forwebsa.

Pendampingan “Kartini” Forwebsa dalam pelatihan web.desa. doc.keraskulon.ngawikab.id

Kiprah mereka tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain peran aktif bersama Forwebsa, kualitas dan kuantitas postingan mereka sangat baik. Dan secara jumlah postingan, banyak diantara mereka masuk kategori “Level Atas” (level 5). Hal ini membuktikan bahwa perempuan sudah tidak lagi tertinggal dari laki-laki, termasuk dalam teknologi informasi.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Pengertian, Tujuan dan Sasaran SDGs Desa

Pengertian, Tujuan dan Sasaran SDGs Desa

keraskulon.ngawikab.id – SDGs Desa adalah upaya terpadu mewujudkan Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, Desa ekonomi tumbuh merata, Desa peduli kesehatan, Desa peduli lingkungan, Desa peduli pendidikan, Desa ramah perempuan, Desa berjejaring, dan Desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dalam bahasa kerennya Sustainable Development Goals disingkat SDGs.

SDGs Desa merupakan role pembangunan berkelanjutan yang akan masuk dalam program prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2021.


TUJUAN DAN SASARAN SDGs DESA :
Merujuk dari Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021,setidaknya ada 18 tujuan dan sasaran pembangunan melalui SDGs Desa tersebut, yaitu:

  1. Desa tanpa kemiskinan
  2. Desa tanpa kelaparan
  3. Desa sehat dan sejahtera
  4. Pendidikan desa berkualitas
  5. Desa berkesetaraan gender
  6. Desa layak air bersih dan sanitasi
  7. Desa yang berenergi bersih dan terbarukan
  8. Pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi desa
  9. Inovasi dan infrastruktur desa
  10. Desa tanpa kesenjangan
  11. Kawasan pemukiman desa berkelanjutan
  12. Konsumsi dan produksi desa yang sadar lingkungan
  13. Pengendalian dan perubahan iklim oleh desa
  14. Ekosistem laut desa
  15. Ekosistem daratan desa
  16. Desa damai dan berkeadilan
  17. Kemitraan untuk pembangunan desa
  18. Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

Upaya pencapaian SDGs desa dalam situasi dan kondisi pandemi covid-19 tidaklah mudah, karena itulah, penggunaan dana desa 2021 diprioritaskan untuk membiayai kegiatan yang mendukung pencapaian 10 (sepuluh) SDGs desa yang berkaitan dengan kegiatan pemulihan ekonomi nasional, program prioritas nasional, dan adaptasi kebiasaan baru desa. Adapun 10 SDGs dimaksud dalam situasi dan kondisi pandemi covid-19 adalah :

  1. Desa tanpa kemiskinan,
  2. Desa tanpa kelaparan,
  3. Desa sehat sejahtera,
  4. Keterlibatan perempuan desa,
  5. Desa berenergi bersih dan terbarukan,
  6. Pertumbuhan ekonomi desa merata,
  7. Konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan,
  8. Desa damai berkeadilan,
  9. Kemitraan untuk pembangunan desa, dan
  10. Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

Sumber: dikutip dari berbagai sumber

Share and Enjoy !

0Shares
0 0