Pavingisasi Jalan Dusun Tejo

Pavingisasi Jalan Dusun Tejo

keraskulon.ngawikab.id – Peningkatan sarana dan prasarana jalan desa merupakan salah satu prioritas penggunaan dana desa (DD) tahun 2021. Untuk itu Pemerintah Desa Keraskulon, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi pada tahun 2021 mengalokasikan anggaran peningkatan sarana prasana jalan desa.

Berita terkait :

Manfaatkan PKTD, Pemdes Lakukan Normalisasi Saluran

Salah satunya adalah pavingisasi jalan di RT. 02 RW.05 Dusun Tejo Desa Keraskulon. Pembangunan paving jalan dengan volume panjang 83 meter dan lebar 3,2 meter membutuhkan anggaran sebesar Rp. 140.000.000,-. Anggaran tersebut juga termasuk pembangunan talud sepanjang 112 meter, jembatan plat beton dengan ukuran 1,4 x 4 meter dan kegiatan padat karya tunai desa (PKTD). Pembangunan paving jalan ini merupakan serapan dari anggaran dana desa (DD) tahap 1 (satu) tahun 2021.

Pengerjaan talud jalan

Pavingisasi jalan Dusun Tejo menjadi prioritas pembangunan desa tahun 2021 karena anggaran ini termasuk salah satu kegiatan di tahun 2020 yang terkena refokusing anggaran akibat pandemi covid-19. Dan jalan tersebut juga menjadi akses utama masyarakat sekitar menuju masjid.

Jembatan plat beton, satu paket dengan pavingisasi

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Pembangunan Pagar TK Dharma Wanita Keraskulon 1

Pembangunan Pagar TK Dharma Wanita Keraskulon 1

keraskulon.ngawikab.id – Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Desa Keraskulon, Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi, pemerintah desa terus mendukung tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai di desa. Salah satunya pembangunan pagar TK Dharma Wanita Keraskulon 1.

Baca juga :

Peduli Pendidikan, Pemdes Berikan Fasilitas Pendukung KBM

Pembangunan pagar depan sekolah sepanjang 12,5 meter serta pondasi pagar samping sepanjang 21 meter memerlukan anggaran Rp. 30.000.000,00. Anggaran tersebut merupakan serapan dari dana desa (DD) tahap pertama melalui bidang pelaksanaan pembangunan desa sub bidang pendidikan.

Proses pembanngunan pagar TK

Pembangunan pagar menjadi salah satu prioritas penambahan sarana dan prasarana di TK Dharma Wanita Keraskulon 1. Hal ini dikarenakan lokasi sekolah TK berada di area persawahan dan agak jauh dari permukiman warga, sehingga perlu adanya pengamanan. Selain untuk mendukung keamanan, juga menambah keindahan serta kenyamanan sekolah.

Pemasangan tulisan identitas sekolah

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
SE Menteri Agama Tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri

SE Menteri Agama Tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri

keraskulon.ngawikab.id – Dalam rangka mencegah dan memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease 2O19 (COVID-19) serta memberikan rasa aman kepada umat Islam dalam menjalankan ibadah pada bulan suci Ramadhan Tahun 1442 H atau 2O21, dibutuhkan panduan ibadah Ramadhan yang memenuhi aspek syariat dan protokol kesehatan. Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai instansi pemerintah yang memiliki kewenangan menangani urusan keagamaan perlu mengeluarkan surat edaran (SE) mengenai Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri sebagai acuan bagi instansi pemerintah, pengurus atau pengelola rumah ibadah dan masyarakat luas.

Surat edaran tertanggal 05 April 2021 dengan nomor 3 tahun 2021 ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah dan mengurangi penyebaran serta melindungi masyarakat dari risiko COVID-19. Surat edaran ini melingkupi berbagai kegiatan ibadah yang disyariatkan dalam bulan Ramadhan dan dilakukan bersama-sama atau melibatkan banyak orang.

210405-SE-03-Tahun-2021-ttg-Panduan-Ibadah-Ramadan-dan-Idul-Fitri-2021

Dasar dari penerbitan surat edaran ini adalah :

  1. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2O19 (COVID- 19);
  2. Surat Edaran yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID- 19; dan
  3. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai hal terkait.

Beberapa ketentuan dalam surat edaran tersebut adalah sebagai berikut :

1.Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar’i lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadhan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama;

2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti;

3. Dalam hal kegiatan Buka Puasa Bersama tetap dilaksanakan harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan;

4. Pengurus masjid atau mushola dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain :

  • Shalat fardu lima waktu, shalat tarawih dan witir, tadarus Al-Qur’an, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid atau mushola dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antar jamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah atau mukena masing-masing;
  • Pengajian Ceramah, Taushiyah, Kultum Ramadhan dan Kuliah Subuh paling lama dengan durasi waktu 15 (lima belas) menit;
  • Peringatan Nuzulul Qur’an di masjid atau mushola dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 5O% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat;

5. Pengurus dan pengelola masjid atau mushola sebagaimana angka 4 (empat) wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah, seperti melakukan disenfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid atau mushola, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah atau mukena masing-masing;

6. Peringatan Nuzulul Qur’an yang diadakan di dalam maupun di luar gedung, wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas tempat atau lapangan;

7. Vaksinasi COVID- 19 dapat dilakukan di bulan Ramadhan berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2O21 tentang Hukum Vaksinasi COVID 19 Saat Berpuasa, dan hasll ketetapan fatwa ormas Islam lainnya;

8. Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan shadaqah (ZIS) serta zakat fitrah oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan massa;

9. Dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadan, segenap umat Islam dan para mubaligh atau penceramah agama agar menjaga ukhuwwah islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, dan ukhuwwah bashariyah serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat;

10. Para mubaligh atau penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Al-Quran dan As-Sunnah;

11. Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H atau tahun 2021 dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, kecuali jika perkembangan covid-19 semakin negatif (mengalami peningkatan) berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk seluruh wilayah negeri atau pemerintah daerah di daerahnya masing-masing.

Download SE Menteri Agama Tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H. Klik disini

Share and Enjoy !

0Shares
0 0