Sosialisasi Program JKN dan Aplikasi E-Dabu Desa

Sosialisasi Program JKN dan Aplikasi E-Dabu Desa

keraskulon.ngawikab.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengembangkan aplikasi e-Dabu (Elektronik Data Badan Usaha) dan berbagai layanan digital lain, dalam rangka menghadirkan berbagai kemudahan bagi badan usaha untuk mengakses layanan Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Untuk itu, pada Kamis (15/4) BPJS Kesehatan Kabupaten Ngawi mengadakan sosialisasi apikasi e-Dabu melalui zoom meeting. Peserta zoom meeting adalah perangkat desa yang ditunjuk oleh kepala desa sebagai person in charge (PIC) dari 213 desa se-Kabupaten Ngawi.

Peserta mengikuti sosialisasi melalui zoom meeting

Acara di mulai pada pukul 09.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB. Untuk Desa Keraskulon, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi PIC yang ditunjuk adalah Aries Dwi Laksono, Kepala Urusan Pemerintahan. Aries sendiri sudah mengurusi administrasi BPJS Kesehatan di Desa Keraskulon sejak program digulirkan bagi pemerintah desa.

Sosialisasi diawali sambutan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ngawi sekaligus disampaikan cara-cara administrasi iuran BPJS Kesehatan dalam aplikasi Siskeudes. Hal ini perlu disampaikan karena adanya perubahan sistem pembayaran iuran BPJS Kesehatan pada tahun 2021. Bila sebelumnya desa yang membayarkan sekarang pembayaran dilakukan langsung oleh pemerintah daerah. Untuk besaran iuran BPJS Kesehatan adalah 5 % dari penghasilan tetap (Siltap) yang diterima kepala desa dan perangkat desa, dengan rincian 4% ditanggung pemerintah daerah dan 1% ditanggung desa dari post alokasi dana desa (ADD).

Berikutnya dilanjutkan dengan sosialisasi program JKN-KIS oleh pihak BPJS Kesehatan. Program JKN-KIS sendiri terbagi menjadi 2, yaitu program untuk PBI (Penerima Bantuan Iuran) dan bukan atau non PBI. Untuk kepala desa dan kepala desa termasuk peserta JKN-KIS non PBI karena tergolong pekerja penerima upah. Dalam sosialisasi juga disampaikan bahwa di Kabupaten Ngawi kepesertaan JKN-KIS sudah mencapai 80%.

Materi disampaikan melalui zoom meeting

Berikutnya BPJS Kesehatan juga mensosialisasikan aplikasi e-Dabu bagi instansi pemerintah desa. Aplikasi e-Dabu ini berupa isian data peserta di pemerintah desa. Aplikasi ini digunakan untuk mempermudah proses administrasi data peserta di pemerintah desa, yang nantinya setiap PIC akan mempunyai akses setelah diberikan username dan password dari BPJS.

Pada akhir sosialisasi, peserta diminta mengisi absensi secara online. Hal juga dilakukan untuk menerbitkan serifikat sebagai apresiasi bagi peserta sosialisasi. Sertifikat diberikan secara online melalui email masing-masing peserta.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0