keraskulon.ngawikab.id – Masifnya website desa beberapa bulan terakhir tak lepas dari semangat operator website desa (OWD) dalam berkarya membangun serta mempublikasikan desa melalui tulisan berita. Kemampuan serta keaktifan OWD terus berkembang dibawah bimbingan dan pendampingan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ngawi yang berkolaborasi dengan Forwebsa (Forum Operator Website Desa).

Akan tetapi tidak sedikit tantangan, hambatan serta kendala dihadapi oleh OWD dalam memelihara keaktifan website desa masing-masing. Dengan jumlah OWD sebanyak 213 orang yang tersebar di seluruh Kabupaten Ngawi, bermacam-macam hambatan ditemui dalam pengelolaan website desa. Berikut beberapa tantangan yang dihadapi OWD :

Peran Ganda

Tidak bisa dipungkiri bahwa website desa berfungsi sebagai wadah maupun media bagi pemerintah desa dalam mempublikasikan maupun menyampaikan informasi seputar kegiatan desa kepada masyarakat. Oleh karena itu, dalam pengelolaannya mayoritas dipegang oleh perangkat desa yang bertindak sebagai OWD. Mereka juga berlatar belakang jabatan yang berbeda, ada yang dari sekretaris desa, kepala urusan, kepala seksi maupun kepala dusun. Dengan latar belakang berbeda-beda pasti memiliki kendala masing-masing sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) jabatannya. Belum lagi diantara mereka rangkap tugas sebagai operator aplikasi lain yang ada di desa seperti aplikasi keuangan desa, kependudukan, profil desa, dan perencanaan desa.

Jaringan Internet Kurang Memadai

Dengan OWD yang tersebar di seluruh Kabupaten Ngawi dengan kondisi wilayah berbeda-beda, fasilitas jaringan internet menjadi salah satu permasalahan dalam pengelolaan website desa. Di beberapa wilayah Kabupaten Ngawi, khususnya daerah yang berada di lereng Gunung Lawu seperti Kecamatan Kendal, Jogorogo, Ngrambe dan Sine akses internet tidak selancar di daerah sekitar Kota Ngawi. Dan juga beberapa daerah di pinggiran Ngawi dengan kondisi wilayah di sekitaran hutan maupun perbukitan seperti Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Bringin, sebagian wilayah Kecamatan Kasreman, Padas, dan Pangkur akses internet juga sangat terbatas. Karena tidak semua provider internet mampu menjangkau wilayah tersebut. Akan tetapi dibeberapa wilayah sudah bisa mengatasinya dengan pemasangan jaringan wi-fi di kantor desa sebagai sarana untuk mendukung kelancaran pengoperasian aplikasi berbasis online seperti website desa.

Baca juga :

“Kartini” Forwebsa, Berjuang Menuju Digitalisasi Desa

Gender

Permasalahan gender masih jadi hambatan bagi sebagian masyarakat. Bagi sebagian orang, perempuan dianggap masih belum mampu dalam mengelola beberapa aplikasi maupun pekerjaan di pemerintah desa. Bukan berdasar atas kemampuan sumber daya manusia, akan tetapi permasalahan keterbatasan waktu dan ruang gerak. Karena secara harfiah, perempuan setelah menikah akan memiliki kewajiban sebagai ibu rumah tangga disamping kewajiban lain dalam pekerjaan di pemerintah desa. Anggapan atas pemikiran kolot tersebut mulai terkikis dengan peran beberapa OWD perempuan yang begitu aktif dan masif dalam mengelola website desa. Dan tidak sedikit dari mereka memegang peran penting dalam kemajuan website desa dengan aktif dalam Forwebsa sebagai pengurus, koordinator wilayah maupun kecamatan. Serta tingkat keaktifan mereka dalam posting berita layak diacungi jempol dengan mampu masuk di jajaran atas (level 5) jumlah postingan terbanyak.

“Kartini” Forwebsa terus berkarya memajukan desa melalui website

Share and Enjoy !

0Shares
0 0