Cegah Penyebaran Covid-19, Bupati Ngawi Tutup Pasar Hewan

Cegah Penyebaran Covid-19, Bupati Ngawi Tutup Pasar Hewan

Keraskulon.Ngawikab.id_ Bupati Ngawi selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ngawi mengeluarkan surat guna menindak lanjuti perkembangan terakhir terkait masih banyaknya warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Isi surat dengan nomor 510/01.148/404.108/2021 tersebut merupakan perintah penutupan Pasar Hewan di Kabupaten Ngawi mulai tanggal 19 Januari 2021 hingga batas waktu belum ditentukan atau menunggu pemberitahuan lebih lanjut.

Surat penutupan pasar hewan

Surat tersebut didasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Surat Edaran Bupati Ngawi No. 065/01.28/404.011/2021 Tanggal 9 Januari 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Untuk Pengendalian Penyebaran Covid 19 Di Kabupaten Ngawi bahwa penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid 19 di Kabupaten Ngawi masih tinggi dengan munculnya klaster baru.

Selanjutnya, keluarnya surat tersebut juga berkenaan dengan tingkat kerumunan yang tinggi di Pasar Hewan yang sangat rentan dan berpotensi menjadi tempat penyebaran Covid-19.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Cegah Penyebaran Covid-19, Bupati Ngawi Tutup Pasar Hewan

Terapkan PPKM, Bupati Ngawi Keluarkan Surat Edaran

Keraskulon.Ngawikab.id_ Kabupaten Ngawi termasuk dalam 11 wilayah kabupaten/kota di Jawa Timur yang melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat. Terkait hal tersebut Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono mengeluarkan Surat Edaran (SE) tertanggal 9 Januari 2021 dengan Nomor 065/01.28/404.011/2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 Di Kabupaten Ngawi. Surat edaran tersebut atas tindak lanjut Keputusan Gubernur Jawa Timur nomor 188/7/KPTS/013/2021.

Berita terkait :

Gubernur Jawa Timur Instruksikan PPKM Untuk Pengendalian Covid-19

Isi surat edaran tersebut memuat hal sebagai berikut :

A. KEBIJAKAN PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT

1. Membatasi tempat/kerja perkantoran :

  • Pada lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi dengan menerapkan kerja dari rumah (Work From Home / WFH) sebesar 75% dan kerja dari kantor (Work From Office / WFO) sebesar 25% dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat, sedangkan pengaturannya diserahkan kepada Kepala OPD;
  • Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdomisili di luar Kabupaten Ngawi wajib melaksanakan kerja dari rumah (Work From Home / WFH)
  • Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melaksanakan tugas pada Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, UPT Puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah, dan Pejabat Eselon 2 tetap melaksanakan kerja dari kantor (Work From Office / WFO).

2. Pada Instansi Vertikal, BUMN, BUMD, Perusahaan dan Sektor Swasta lainnya menerapkan kerja dari rumah (Work From Home / WFH) dan kerja dari kantor (Work From Office / WFO) sesuai kebutuhan pelayanan yang diperlukan dan dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat.

3. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring / online;

4. Untuk sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat
tetap dapat beroperasi 100% dengan pengaturan jam operasional, kapasitas,
dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat;

5. Melakukan pengaturan pemberlakuan pembatasan :

  • Menghentikan kegiatan sosial budaya, meliputi acara pernikahan dan selamatan/kenduri/bancakan dan sejenisnya;
  • Alun-alun, Trotoar Kartonyono, tempat hiburan dan tempat wisata lainnya ditutup 24 jam;
  • Kegiatan Restoran/Rumah Makan/Warung Makan/PKL dan usaha sejenisnya untuk makan/minum di tempat dibatasi sebanyak 25% dari kapasitas tempat, dan untuk layanan makanan melalui pesan-antar/dibawa pulang tetap diizinkan sampai dengan pukul 21.00 WIB; dan
  • Jam operasional untuk Pusat Perbelanjaan/Toko Modern/Grosir/Toko Kelontong sampai dengan pukul 19.00 WIB.

6. Mengizinkan kegiatan konstruksi beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat;

7. Mengizinkan tempat ibadah untuk melaksanakan ibadah dengan pengaturan pembatasan kapasitas sebesar 50% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat; dan

8. Mengoptimalkan kembali posko satgas covid-19 di tingkat kecamatan sampai dengan kelurahan/desa.

B. TINDAKAN YANG PERLU DILAKUKAN OLEH MASYARAKAT DAN STAKEHOLDER TERKAIT

  1. Meningkatkan kembali protokol kesehatan ( menggunakan masker yang baik dan benar, mencuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan );
  2. Memperkuat kemampuan tracking, sistem dan manajemen tracing, perbaikan treatment termasuk meningkatkan fasilitas kesehatan (tempat tidur, ruang Intensive Care Unit (ICU), maupun tempat isolasi/karantina);
  3. Mengaktifkan kembali kampung tangguh di masing-masing wilayah;
  4. Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ngawi agar berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Ngawi dan Komando Distrik Militer 0805 Ngawi guna meningkatkan pengawasan, operasi yustisi, dan penegakan hukum lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

C. JANGKA WAKTU PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat mulai berlaku pada tanggal 11 Januari 2021 sampai dengan 25 Januari 2021.

Download Surat Edaran Bupati Ngawi Nomor 065/01.28/404.011/2021 : DOWNLOAD

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Antisipasi Penyebaran Covid-19 Pada Masa Libur Tahun Baru, Bupati Ngawi Keluarkan Surat Edaran

Antisipasi Penyebaran Covid-19 Pada Masa Libur Tahun Baru, Bupati Ngawi Keluarkan Surat Edaran

Keraskulon.Ngawikab.id_ Peningkatan penyebaran corona virus disease 2019 (Covid-19) akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan. Hal ini perlu perhatian khusus apalagi pada masa liburan tahun baru kali ini. Untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 pada masa liburan tahun baru, Bupati Ngawi mengeluarkan Surat Edaran pada tanggal 29 Desember 2020.

Adapun beberapa hal terkait isi surat edaran tersebut yang harus diketahui oleh masyarakat adalah sebagai berikut :

  1. Penutupan sementara seluruh tempat wisata, tempat hiburan dan cafe mulai hari Kamis tanggal 31 Desember sampai dengan tanggal 03 Januari 2021
  2. Penutupan kawasan alun-alun dan Jalan Yos Sudarso pada tanggal 31 Desember 2020 sampai dengan 02 Januari 2021.
  3. Masyarakat dilarang menyelenggarakan acara perayaan pergantian malam Tahun Baru 2021 yang bisa menimbulkan kerumunan dan keramaian.
SE-MalTaBar-2021-Fix-1

Dengan dikeluarkannya surat edaran ini diharapkan masyarakat mematuhi himbauan pada surat tersebut. Dan masyarakat tidak mengunjungi tempat wisata serta pusat-pusat keramaian pada masa libur tahun baru. Karena selain untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 di wilayah Kabupaten Ngawi, akan ada pengawasan dan patroli dari pihak yang berwajib dalam pelaksanaan surat edaran ini.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Optimalkan Pengelolaan Website Desa, Diskominfo Latih Operator Desa Se-Kab. Ngawi

Optimalkan Pengelolaan Website Desa, Diskominfo Latih Operator Desa Se-Kab. Ngawi

Sesuai dengan apa yang diamanahkan dalam Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintaan Berbasis Elektronik (SPBE) Pemerintah Kabupaten Ngawi senantiasa meningkatkan penerapan SPBE atau E-Government ini. Salah satu wujud keseriusan tersebut Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi menyelenggarakan Evaluasi Pengelolaan Website Desa se-Kabupaten Ngawi pada hari Rabu, 24 April 2019 mengambil tempat di Ngawi Command Centre Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi.

Acara dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Drs. Mas’ud, M.Si, M.Hum didampingi oleh Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika, Drs. Sutrisno, M.Si. Dalam isi sambutannya, Mas’ud menyampaikan tentang perubahan yang ada khususnya dalam pengelolaan informasi dan komunikasi pada zaman ini. Membandingkan pengelolaan informasi pada masa sebelumnya, Mas’ud melihat betapa pentingnya penguasaan teknologi, khususnya internet dan web dalam menyebarluaskan informasi secara efektif dan efisien.

Berbeda pada kegiatan sebelumnyam, pada kesempatan ini turut diundang dan hadir adalah para Kaur Keuangan dari masing-masing Desa. Hal ini terkait dengan implementasi Transparansi Informasi Publik di masing-masing Desa yang direncanakan akan diintegrasikan dengan aplikasi berbasis mobile. Artinya, informasi tentang APBDesa tidak hanya bisa dikonsumsi melalui media fisik seperti Baliho, Poster dan semacamnya. Namun di era digital ini, informasi tentang APBDesa juga dapat disaksikan melalui Smartphone publik.

Untuk materi yang diberikan pada kegiatan ini antara lain pembuatan berita, pengelolaan peta desa dan manajemen konten melalui smartphone. Materi dipandu oleh Lorensius Anang, ST.,MT beserta Tim Relawan TIK Karesidenan Madiun. Lorensius Anang sendiri sehari-harinya adalah Dosen Fakultas Teknik di Universitas Widya Mandala Madiun. Sebagai salah satu pegiat Relawan TIK, Lorensius Anang tak henti-hentinya memotivasi peserta latih untuk semangat mengelola website desa masing-masing.

Kegiatan ini merupakan kegiatan kali kedua yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Ngawi bekerja sama dengan Relawa TIK (Karesidenan Madiun) yang diawali tepatmya pada tahun 2018 dengan melibatkan seluruh Desa se-Kabupaten Ngawi sebagai peserta latih. Hasilnya, seluruh Desa se-Kabupaten Ngawi telah memiliki website yang aktif dan dinamis meskipun bukan tanpa kendala. Mengingat kapasitas Ngawi Command Centre,  untuk menyasar seluruh Desa se-Kabupaten Ngawi (213 Desa, 4 Kelurahan) kegiatan ini berlangsung selama 7 hari dengan jadwal setiap harinya menghadirkan 2 hingga 3 Desa.

 

Share and Enjoy !

0Shares
0


0